Corona Dan Bangsa Pelupa

Indonesia – Corona (covid-19) telah ditetapkan oleh organisasi kesehatan Dunia (WHO) sebagai Pandemi (wabah) virus dunia. Virus yang berawal dari Wuhan, China ini telah membuat berbagai kehebohan di dunia karena belum ada vaksin dan obat penangkalnya.

Wuhan sebagai negara awal yang terjangkit telah menyebabkan 81.000an kasus dan 3000an orang meninggal telah sanggup melewatinya dengan satu komando khas negara Komunis. Virus ini secara membabi buta menyerang hampir ke seluruh bagian dunia. Negara yang terserang dengan jumlah korban terbesar saat ini adalah Iran (17.361 kasus) dan Italia (35.713 kasus).

Selain jumlah kasus dan jumlah kematian, yang menjadi fokus perhatian dari penyebaran virus Corona ini adalah negara yang berhasil menekan penyebaran dan jumlah kematiannya. China dengan Strategi Lockdown Total dan strategi Social Distancing berhasil menekan penyebaran virus dan mulai menurun secara signifikan bahkan beberapa petugas medis bantuan telah dipulangkan begitu juga dengan rumah sakit khusus penanganan virus Corona telah ditutup.

Negara lain yang tidak kalah mumpuni dalam penanganan virus corona adalah negara tetangga Indonesia yaitu Singapura yang berhasil menekan penyebaran dengan strategi tracing (pelacakan sumber virus), penanganan isolasi korban dan transparansi (keterbukaan) orang terjangkit sehingga orang sehat dapat menghindari daerah rawan yang telah ditetapkan. selain itu Singapura disiplin dalam menerapkan social distancing sehingga Singapura tercatat Zero (0) kematian akibat virus Corona hingga saat ini.

Begitupun dengan Korea Selatan (Korsel) sama seperti Singapura yang tidak menerapkan Strategi Lockdown wilayah, Korsel menerapkan pengecekan secara massal dan hasil cepat kepada masyarakatnya sehingga dapat dengan cepat mengisolasi korban yang terpapar virus Corona dan juga menerapkan keterbukaan agar masyarakat disiplin menjauhi daerah rawan dan disiplin menerapkan Social Distancing.

Sekarang bagaimana dengan Indonesia???. Hingga 19 Maret 2020 di Indonesia telah tercatat 227 kasus dengan 25 meninggal dan 11 dinyatakan Sembuh. Penanganan di Indonesia bisa dikatakan cukup berhasil dalam menekan kepanikan masyarakat, walaupun masih terlambat dalam menekan penyebaran dan penanggulannya sehingga menyebabkan tingkat kasus meninggal masih cukup tinggi.

walaupun Presiden telah membentuk gugus tugas dan beberapa daerah telah meliburkan sekolah bahkan melarang masyarakat berkumpul dan beribadah secara berjamaah, tetapi potensi meningkatnya kasus dan penyebaran diprediksi masih meningkat karena diakibatkan beberapa hal diantaranya:

  1. Tidak disiplinnya masyarakat untuk mematuhi himbauan berdiam diri di rumah dan menjaga jarak di masyarakat
  2. Belum terbukanya dan tersampaikannya peta sebaran potensi paparan virus sehingga tidak mengetahui daerah mana yang rawan untuk dijauhi
  3. Belum tersedianya alat tes massal dan hasil cepat sehingga tidak diketahui siapa yang terpapar dan butuh segera di isolasi
  4. Terbatasnya pengetahuan Protokol penanganan korban terpapar sehingga menyebabkan ada petugas kesehatan juga terjangkit
  5. Masih lambannya gugus tugas dalam menentukan klasifikasi daerah mana yang rawan sehingga perlu dilakukan Lockdown terbatas atau tidak.

Indonesia sebagai Negara muda dalam demokrasi juga tidak terlepas dengan aspek politis dalam penanganan virus corona ini. Apalagi gelaran Pileg dan Pilpres yang cukup “keras” masih hangat dalam ingatan masyarakat, sehingga masyarakat seakan enggan mengikuti himbauan pemerintah yang tidak sesuai dengan pilihannya. Akan tetapi sebagai masalah kemanusian dan berhubungan dengan perkara hidup mati, maka pemerintah harus mengambil langkah ekstrim bahkan radikal dalam melawan virus yang tidak terlihat ini, dimana wabah ini telah terjadi di berbagai negara yang dapat kita petik pelajaran sebagai solusi terbaik untuk negara kita Indonesia.

Saat ini bukan saatnya kita semua saling menyalahkan, berebut panggung, merasa strategi penanganan paling terdepan dan sikap ego lainnya. Saat ini rakyat masih menunggu dengan penuh cemas tapi tetap waspada serta alhamdulillah mereka tidak panik. Saatnya pemerintah dan segenap pemangku kepentingan dapat segera bertindak untuk keselamatan rakyat sebelum rakyat habis kesabaran dan menentukan sendiri stateginya yang dapat menyebabkan kepanikan massal bahkan jatuh korban bukan hanya dari paparan virus Corona. Saat ini rakyat tidak sedang mencari Pahlawan melawan Corona karena bangsa kita adalah bangsa Pelupa. (GA)

.

, , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *