Tokoh Muda NU layak Pimpin Muara Enim

Fhoto CopyRight IG PCNU Muara Enim (Istimewa)

Sumsel – Fenomena Tokoh muda berprestasi pada Pimpinan daerah menjadi kebanggaan tersendiri dalam pemerintahan Indonesia. Tokoh muda tersebut diantaranya Bima Arya (Walikota Bogor), Emil Dardak (Mantan Bupati Trenggalek sekarang Wakil Gubernur Jatim) bahkan Ketum Partai Demokrat dijabat oleh anak Muda, AHY.

Peran tokoh muda tidak bisa dikesampingkan dalam perjalanan bangsa, dimana Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 juga mencatat peran strategis Pemuda dalam mendesak Soekarno-Hatta untuk segera mengumumkan Proklamasi kemerdekaan Indonesia. Bahkan Presiden Soekarno dalam jargonnya mengatakan: “Berikan aku 1 Pemuda maka akan kuguncang dunia.”

Melihat peran penting Pemuda dan langkah politik tokoh muda sebagai Pemimpin daerah telah menorehkan prestasi yang menjadi catatan sejarah birokrasi pemerintahan Indonesia.

Melihat tantangan Kabupaten Muara Enim yang semakin besar dan dengan adanya kekosongan pemerintahan, maka sudah selayaknya segera dipilih oleh DPRD Pimpinan daerah definitif untuk Kabupaten Muara Enim.

Melihat peta politik di Kabupaten Muara Enim dalam memunculkan tokoh-tokoh yang akan memimpin Kabupaten Muara Enim terlihat wajah-wajah lama.

Kabupaten Muara Enim Sudah selayaknya memberi kesempatan kepada tokoh Muda untuk dapat memimpin dan mengakselerasikan berbagai potensi Kabupaten Muara Enim sehingga lebih maju dan sejahtera.

Saat ini Tokoh Muda Kabupaten Muara Enim yang telah tampak jiwa kepemimpinanya dalam menahkodai Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Muara Enim sejak 2018.

Tokoh Muda NU tersebut sering dipanggil Gus AMU oleh warga NU Muara Enim. Nama lengkapnya Ustadz Ahmad Mujtaba S.Th.I, SE. Lahir di lingkungan Pondok Pesantren Al-Haromain, Pulau Panggung, SDL. Setelah menamatkan sekolah dasar dan pertama di Pulau Panggung, beliau meneruskan mondok di Pesantren Besar NU, Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat. Setelah itu, meneruskan kuliah di Yogyakarta dan mendapatkan gelar sarjana double degree dalam bidang Ekonomi serta Filsafat Islam di kampus UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Kiprah beliau di kota gudeg sudah sangat lengkap baik di bidang Organisasi (IPNU Yogyakarta, PMII), bidang dunia Kampus dan bidang bisnis telah beliau lalui dengan Sukses di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Setelah melalang buana di perantauan, karena panggilan hati dan kecintaan kepada Kabupaten Muara Enim, beliau rela meninggalkan kemapanan di perantauan untuk berkarya di tanah kelahiran dengan menjadi Ketua PCNU Muara Enim periode 2018-2023. Beberapa gebrakan beliau dalam masa kerja sebagai ketua Tanfidziah PCNU Kab. Muara Enim telah dirasakan oleh semua pengurus PCNU wilayah Kabupaten Muara Enim.

Gus AMU Memprakarsai Perbaikan Tempat Wudhu Masjid di Kab. Muara Enim

Melihat kecintaan dan panggilan tugas yang besar terhadap Kabupaten Muara Enim. Gus AMU sudah layak untuk menjadi Pemimpin di Kabupaten Muara Enim, baik sebagai Bupati atau Wakil Bupati.

Saat dihubungi secara terpisah, Gus AMU secara diplomatis menjawab “masih fokus membesarkan NU di Kabupaten Muara Enim dan menunggu restu dari para Kyai NU dalam menentukan gerak langkah politiknya. Dirinya juga menyerahkan kepada PKB sebagai salah satu bagian Koalisi calon kepala daerah pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Muara Enim pada 2018.”

Gus AMU Bersama Ketua Tanfidziah PWNU Sumsel (Cak Amir)

“Sebagai Partai yang didirikan oleh Tokoh Hebat NU (Gus Dur) dirinya percaya , PKB akan menunjuk kader NU terbaik untuk melanjutkan estapet kepemimpinan di Kabupaten Muara Enim.”

Melihat dinamika yang semakin cepat dalam pengisian kepemimpinan di Kabupaten Muara Enim, apakah PKB akan menunjuk Gus AMU sebagai kader terbaik NU tersebut, mari kita tunggu bersama keputusannya.

, , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *