TIMNAS Indonesia Dan Revolusi Mental

MasifMedia – Pupus sudah harapan masyarakat Indonesia untuk melihat Timas U-22 merengkuh mendali emas di Sea games 2019. Penantian hampir 28 tahun lepas sudah. Timnas kali ini sejatinya lengkap dengan pelatih asli asal Sumatera Barat dan tanpa pemain Naturalisasi. Nasionalisme di Timnas Indonesia membuncah untuk merebut mendali Emas. Tapi apa daya pola permainan dan strategi hingga babak final yang memberikan secercah harapan kandas setelah dikalahkan Vietnam di Pertandingan puncak dengan 3 (tiga) gol tanpa balas.

Sejatinya masyarakat Indonesia sangat cinta permainan bola apalagi Timnasnya. Kisruh induk organisasi PSSI dan berbagai kekalahan Timnas di segala usia di berbagai kompetisi dan tournament tidak meyurutkan kecintaan masyarakat kepada Timnas. Hal tersebut dapat dilihat membludaknya stadion, sesaknya gelaran nobar dan riuh rendah nobar di rumah masing-masing.

Harapan dan cinta buta 270 Juta rakyat Indonesia harus direspon dengan baik oleh semua pemangku kepentingan terkait Timnas. Dari segi permainan ciri khas permainan Timnas sudah terbentuk laiknya ciri khas permainan Timnas Brazil maupun Argentina bahkan Timnas Italia. Akan tetapi, level yang mesti ditingkatkan adalah tentang “MENTAL” Juara!!. Mental Juara tidak terkait dengan strategi, pelatih bahkan hanya kerja keras. Mental juara datang dimulai dari individu pemain, pelatih dan semua komponen yang terlibat dengan Timnas. Mental Juara ini juga sudah terpatri dari seluruh rakyat Indonesia, sehingga pada saat terpilih sebagai pemain dan official Timnas, sikap mental juara tersebut akan menjadi bola salju yang tidak dapat dihadang oleh apapun juga. Jika sikap mental Juara itu sudah ada maka semua kompetisi dan tournament akan dimenangkan oleh Timnas Indonesia dan tentu akan membahagiakan seluruh rakyat.

Untuk menjadikan mental juara tersebut menjadi nafas seluruh rakyat maka jargon Revolusi Mental harus diimplementasikan secara terus menerus dalam semua aspek kehidupan rakyat Indonesia. Layaknya sebuah revolusi, maka Timnas juga harus melakukan “Revolusi” untuk merengkuh Juara untuk Indonesia. (GA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *