Kedurai Agung Dihidupkan Kembali, Jadi Momentum Pelestarian Budaya dan Pembangunan Daerah Lebong

masifmedia – Lebong, Tradisi adat Kedurai Agung kembali dilaksanakan di Kabupaten Lebong setelah bertahun-tahun tidak digelar. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam upaya menghidupkan kembali warisan budaya daerah sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat dan mendukung pembangunan berbasis kearifan lokal.

Bupati Kabupaten Lebong, Azhari, menyampaikan bahwa Kedurai Agung merupakan salah satu tradisi yang memiliki nilai sejarah dan budaya bagi masyarakat Lebong. Tradisi tersebut sempat tidak dilaksanakan sejak masa awal berdirinya Kabupaten Lebong, sehingga pelaksanaannya kembali mendapat perhatian dari berbagai kalangan.

Menurutnya, pelestarian adat dan budaya daerah perlu terus didorong agar tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Selain menjaga identitas daerah, kegiatan adat juga dinilai dapat menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya Lebong kepada masyarakat luas.

Pemerintah daerah memandang bahwa kegiatan budaya seperti Kedurai Agung memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata. Jika dikelola secara berkelanjutan, tradisi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pelestarian budaya, tetapi juga dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.

Pelaksanaan Kedurai Agung juga diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang terus dipertahankan. Kehadiran Badan Musyawarah Adat (BMA) menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi serta memperkuat kolaborasi antara lembaga adat dan pemerintah daerah.

Selain membahas pelestarian budaya, pemerintah daerah turut mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Kesadaran menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan, dan merawat fasilitas umum dinilai penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat sekaligus mengurangi risiko bencana.

Pembangunan Kabupaten Lebong juga disebut membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Semangat gotong royong dan kerja sama antara pemerintah serta masyarakat dianggap menjadi modal utama dalam mendorong kemajuan daerah secara berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Badan Musyawarah Adat (BMA) Kabupaten Lebong, Arianto, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah mendukung terselenggaranya kembali tradisi Kedurai Agung.

Ia menjelaskan bahwa Kedurai Agung merupakan tradisi yang sarat makna, tidak hanya sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, tetapi juga sebagai media untuk memperkuat persatuan, menjaga nilai-nilai adat, serta mempererat hubungan antarwarga.

Menurut Arianto, pelaksanaan Kedurai Agung juga mengandung harapan agar masyarakat Kabupaten Lebong senantiasa mendapatkan keselamatan, perlindungan, dan dijauhkan dari berbagai musibah maupun bencana yang dapat mengganggu kehidupan sosial masyarakat.

Lebih jauh, ia berharap tradisi tersebut dapat menjadi pemersatu masyarakat sekaligus mendorong kemajuan daerah di berbagai bidang. Pelestarian budaya dan penguatan kearifan lokal diyakini dapat menjadi fondasi penting dalam mendukung perkembangan sosial, budaya, dan ekonomi Kabupaten Lebong.

Dengan kembali digelarnya Kedurai Agung, masyarakat diharapkan dapat semakin mengenal dan menghargai warisan budaya daerah, sekaligus menjadikan tradisi tersebut sebagai bagian dari upaya bersama dalam membangun Kabupaten Lebong yang maju, harmonis, dan berkarakter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Show Buttons
Hide Buttons