AHY Tidak Cocok Menjadi Ketum Demokrat

Fhoto Copy Right Rmol.id

Jakarta – Mencuatnya nama AHY sebagai penerus Presiden SBY di partai Demokrat tidak diamini oleh dewan pakar Partai Golkar, Indra J Piliang. Dalam pandangan politiknya, Indra menyebutkan pemegang kekuasaan tertinggi partai politik itu bukan Ketum atau nama lain. Tetapi apa yang disebut sebagai owner (pemilik saham — kalo bisa mayoritas). Mau sentimen disebut sebagai dinasti, AHY menurutnya sudah menjadi owner Partai Demokrat (PD). Karena jadi owner dari PD  (dengan kinerja saham yang baik dari AHY pribadi) apa sih pentingnya bagi AHY jadi Ketum PD? Toh team worknya tidak banyak berubah. Ibarat RUPS, Kongres PD tidak banyak merombak jajaran Direksi dan lain-lain. PD stabil, solid, ditakuti lintah-lintah musiman katanya. Bahkan Indra juga menyebut bahwa Partai Golkar juga dimiliki oleh 16 pemilik saham, dimana dulu dikader oleh mantan Wapres Sudharmono. Saat ini owner Golkar tersebut banyak berkiprah di BPP Hipmi.

Indra menambahkan, AHY mau dituduh dinasti? Tdak masalah. Demokrasi (plus Parpol) itu produk “perjuangan” kaum borjuis kok. Publiklah yang menilai seperti melihat perahu-perahu karet PD yang bergerak di musim banjir berlogo samping AHY dan bersamaan juga AHY turun langsung. Dirinya bahkan menyindir “Ada orang yang hanya sibuk menanam pohon, tetapi tidak memupuk. Indra berpesan untuk memisahkan lagi antara AHY sebagai The Next National Leader dengan AHY sebagai The Current Political Party Oligarchy. Toh PD pernah dipimpin semacam Direktur Eksekutif kan? DPP itu menjalankan fungsi manajerial. Ketum tidak perlu dikenal. Indra bahkan mempromosikan Imelda Sari Sebagai Ketum Demokrat 2020-2025 dan Taufiqurahman sebagai Sekjendnya.

Dalam menatap gelaran Pilpres 2024 disebutnya AHY sudah on the right track bahkan dibanding Gubernur DKI, Anies Baswedan. Bukan saja single track, tetapi double track. AHY dan PD saling menyatu. Mustahal bin mustahil AHY ditinggalkan PD, atau PD meninggalkan AHY. AHY unggul sebagai figur termuda dibanding yang lain. “Jangan tertipu dengan cambang AHY” sebutnya.

Dalam tataran pepacuan politik Indonesia generasi mendatang AHY disebutnya punya 2 sekondan yaitu Puan Maharani (Ketua DPR/PDIP) dan Airlangga (MenkoPerekonomian/Ketum Gokar). Sebagai kader Golkar dirinya menyambut perpacuan politik menuju 2024 dan mengingatkan jangan menganggap remeh kiprah dan gerak politik Ketum Partai Golkar, Airlangga Hartarto. (GA).

, , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *